[ONE SHOT] Fake friend story

Poster Fake friend stories

Fake friends story

AUTHOR: @kinantikk /hwngssi

fake friend story

Romance, sad, slice of life

One shot

Teen

Cast:

  • Krystal jung
  • Oh sehun ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­
  • Park hyeon you (hyeonnie)
  • Kim jong in

DISCLAIMER: FF INI 100% BUATAN SAYAA!!! JANGAN  COPY ATAU MENGAKU NGAKU YA CHINGURRR HIHI ^_~

Contact info: @kinantikk (twitter) baca juga ffku yang lainnya https://kffiction.wordpress.com

Summary : krystal ia di hianati oleh sahabatnya sendiri, yang dulu sangat banyak di senangi, krystal yang dulu sanagat di sayangi keluarganya, sekarangmenjadi di benci olehorang terdekatnya bahkan keluarganya, karena ia hamil di luar nikahdan sekarang ia mengurusi kandungannya sendiri tanpa suami,  pasalnya oh sehun (orang yang menghamilinya) tidak pernah mengakui bahwa ialah yang menghamili krystal, namun tiba-tiba sehun pun menyadari bahwa ia harus bertanggung jawab akan krystal dan bayinya.

***

Aku terbangun dari tidurku, mencoba mengumpulkan semua tenagaku, masih dengan keadaan yang sama seperti biasa, bayiku yang selalu menendang-nendang perutku saat ia mulai lapar, aku segera mengambil sehelai roti dan mengoleskannya ke badan roti, dan tak lupa membuat segelas susu putih hangat kusus ibu hamil agar aku dan bayiku sehat.  Aku krystal, mulai sekarang aku akan menjadi single parents, kalau bukan gara-gara bad boy itu, mungkin sekarang aku sudah menjadi Jaksa seperti yang aku cita-citakan, Entah mengapa aku masih terasa sakit hati akan orang tuaku dan satu namja menyebalkan itu ‘OH SEHUN’ boleh ku ulangi lagi ? ‘OH SEHUN!’ Aku sangat membenci nya!! Kalau kejadian itu tidak terjadi, mungkin sekarang aku bisa tinggal di rumah mewahku bersama keluargaku, dan bisa mencapai cita-citaku menjadi jaksa, dan sekarang aku tinggal di sebuah apartement kecil dengan pekerjaanku sebagai, Pelayan restaurant, kasir mini market dan terkadang aku menjadi tukang pos, dengan gaji yang tak seberapa, aku mensyukurinya, Ya, aku sangat mensyukurinya.

*FLASH BACK*

Aku tak berhenti menatapnya.. menatap paras tampanya, dan badan gagahnya yang berdiri di depan kelas memperomosikan dirinya sebagai ketua osis betapa tampannya dia..

“Hey Krys!” panggil hyeonnie dengan nadanya yang keras sehingga  membuatku kaget, dan membuyarkan pikiranku

“ ya!!” ucapku kesal

“kau biasanya pendiam, mengapa kau bisa sejahil ini denganku?!” sambungku kesal

“melamunkan si ketua osis lagi? Hm? Aku bingung sama kamu krys, mengapa kau bisa semudah itu jatuh cinta dengan seorang lelaki yang menurutku… dia aneh, tidak Cuma aneh sih… mungkin karena aku yang tidak suka dengan lelaki kali yaa?”  ucapnya diiringi dengan pertanyaan, temanku ini memang aneh, dia benci dengan laki-laki karena suatu sebab, ia tak pernah merasakan jatuh cinta, meskipun ia sangat cantik, sopan, dan feminin, dia juga sangat pemalu

“kau tuh yang aneh!” ucapku kesal, dia hanya tertawa.

Istirahat pun tiba, seperti biasa aku dan hyeonnie duduk di pinggiran danau untuk menyantap bekal masing – masing, tiba-tiba seorang lelaki mendekati kami, siapa lagi kalau bukan kai

“Kai-yaa” ucapku sambil menarik tangannya, sehingga sekarang dia tepat duduk disampingku, sahabatku yang satu ini, tak lupa aku perkenalkan namanya.. namanya Kai, dia adalah sahabatku sejak kecil, dia menganggapku sebagai adik sendiri

“hey krystal kau menarikku dengan keras” perotesnya sambil menggulung lengan bajunya, entah mengapa setiap ada kai hyeonnie tidak mencerocos seperti biasanya, apa mungkin karena dia takut kepada kai?

“hyeonnie-a mulai sekarang jangan takut lagi dengan laki-laki, aku akan perkenalkan dengan sahabatku ini ,namanya kai” ucapku, kai pun mulai mengulurkan tangannya, tetapi tanpa di sangka Hyeonnie malah pergi meninggalkanku

*Other side* hyeonnie POV

Argh aku benci krystal! mengapa dia harus seakrab itu dengan wakil osis kai?!  Mengapa dia harus bersahabat dengan kai sejak kecil? Tuhan… betapa cemburunya aku sekarang, aku terus berjalan kedepan tanpa memedulikan siapa yang ada di sekitarku tiba-tiba…  tanganku di tarik oleh sesorang, aku tidak tahu siapa dia, tangannya keras, berotot..

“Annyeong hyeon you-yaa” ucapnya sambil menunjukkan smirknya, argh sial dia adalah ketua osis oh sehun mengapa aku tidak setegang biasanya bila bertemu dengan laki-laki

“yaa! apa-apaan kau ini” ucapku sambil mendorong tubuhnya yang berusaha mendekatiku

“hyeon you ya~ kau jangan terlalu sensitive dulu, aku bisa menebaknya pasti kau mengenalku kan, im the baddest boy, im oh sehun” ucapnya dengan gaya soknya

“kau bad boy? Tapi kan kau…” ucapku heran pasalnya dia adalah ketua osis

“kau pernah melabrakku sewaktu di pub, kau ingat?” ucapnya mencoba untuk membuatku mengingat kejadian itu, aku berusaha mencerna kata-katanya..

“Oh I see, Kau seorang DJ disana kan?” tanyaku polos

“Bukan -_-“ ucapnya dengan nada datar

“Bartender?” tanyaku lagi

“bukan! Yaa kau ini bodoh sekali! Aku adalah namja yang sewaktu itu mengajakmu menari, apa kau tak ingat hah?” ucapnya dengan nada  tinggi

“oooh ya aku ingat, ternyata kau sering ke pub itu ya, aku tau mengapa kau menyebut dirimu sebagai bad boy” ucapku diiringi tawa, aku sangat kaget ketika tangan sehun menyentuh tanganku, dia menggenggam tanganku

“ya hyeon you yaa~” panggilnya, aku sangat takut melihat wajahnya sehingga memejamkan mataku sedikit

“aku mencintaimu, sejak hari itu entah mengapa aku sangat merasakan hal yang berbeda, maukah kau jadi pacarku? aku akan melakukan apa saja asal kau bisa menerimaku” ucapnya sambil mengelus rambutku

“apa kau yakin akan melakukan apa saja?” tanyaku, mulailah terfikir di fikiranku untuk membuat krystal, sahabatku, hancur! Sungguh aku membencinya! Aku mencintai kai…

“sehun, aku akan membuatmu jadi pacarku… asalkan…”

*Krystal POV*

Ada yang aneh dengan hyeonnie, sedari tadi ia hanya diam tak bersuara menatapku dengan dalam

“waeyo?” tanyaku bingung , dia langsung memalingkan pandangannya dariku, entah aku tak tahu aku salah apa

“apakah aku ada salah padamu?” tanyaku heran, sambil menyentuh pundaknya

“anni, sepulang sekolah nanti maukah kau membantuku membereskan peralatan olahraga?” tanyanya kepadaku,aku pun tersenyum hangat

“baiklah” ucapku .

Sepulang sekolah aku langsung menemui hyeonnie di lapangangan basket indoor di sekolahku, dia tampak sedang berbicara dengan seseorang laki-laki menggunakan jaket yang menutupi kepalanya, aku tidak terlalu jelas melihatnya tetapi saat aku datang lelaki itu langsung pergi

“Hey kesini!” panggil hyeonnie kepadaku, aku pun segera menuju tempat ia berdiri

“Apa kah kau mengenalnya?” tanyanya kepadaku, di sampingku berdiri seorang namja yaitu Oh sehun, aku sangat kaget

“hey bagaimana kau bisa mengenalnya?” bisikku, dia hanya tersenyum diiringi tawa garingnya

“aku akan kembali nanti 15 menit lagi, aku di panggil kepala sekolah di kantor, kalian berdua bisa kan membantuku?” tanyanya

“tentu” ucap kami, kau tahu? Betapa senangnya aku bersama sehun.

Hari sudah larut malam tetapi hyeonnie belum  juga kembali aku pun  segera mengambil tasku bersiap untuk pulang tetapi tiba-tiba aku di jegat oleh sehun

“jangan pulang dulu hyeonnie” dia menarik tanganku, wajahku memerah, dia menatap mataku dan menggenggam tanganku

“mau kah kau temani aku mala mini?” ucapnya sambil mengelus lengan kananku, aku sedikit kaget akan perlakuanya, aku mendorongnya

“hey! Ada apa denganmu sunbae?” tanyaku sedikit berteriak, dia pun menghimpit tubuhku di tembok,  dan memeluku lalu menciumku dan semua itu berakhir dengan  tubuhku yang terbaring lemas tanpa busana tanpa sehelai benang pun, aku baru tersadar akan hal itu. Aku sangat kaget dan shock dengan apa yang terjadi semalam, disampingku ada sehun yang memeluku, sehun pun mulai membuka matanya, dia pun langsung memakai bajunya dan berlari keluar ruangan

“Hey Tunggu oppa!” teriakku, ia hanya menatapku

“apakah kau taakan bertanggung jawab atas ini semua?” tanyaku dengan lantang

“maafkan aku krystal, aku tidak mencintaimu, aku mencintai hyeonnie” ucapnya lalu menghilang di balik pintu.

Orangtuaku sangat cemas 7 hari ini aku sering muntah-muntah tidak jelas lalu orangtuaku membawaku ke sebuah rumah sakit di kawasan gangnam, ia  membawaku kepada dokter terkenal di sana, aku tak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh di perutku, bahkan rahimku.

“bu anak ibu positif hamil, selamat ya bu” ucap sang dokter, ibuku langsung lemas, ia keluar ruangan meninggalkanku , aku merasa bersalah, aku yakin ibuku akan sangat marah, apalagi kalau sampai ayahku tahu..

“ibu kecewa sama kamu krystal” ucap ibu sambil mengambil beberapa helai tisu dan menghapus air matanya yang membanjiri pipinya

“siapa yang menghamilimu?” tanyanya lagi, aku bimbang setengah mati memikirkanya, aku bingung… apakah harus aku beritahukan atau.., tiba-tiba ayahku masuk ke dalam kamarku

“sudahlah tak usah di tanya lagi, kau sudah tidak suci lagi! Mulai dari sekarang kau pergi dari rumah ini! Tak usahlah kau kembali” bentak ayah di semproti dengan tamparan hangat darinya, aku langsung mengambil koperku, aku menangis, hatiku terasa panas, terasa sakit seperti di tusuk ribuan belati. Siang itupun juga aku pergi dari rumah

*Flashback END*

4 BULAN KEMUDIAN…

Aku mulai mengambil seragam kerjaku yang terbaris rapi di dalam lemari, aku mulai bersiap-siap  menuju kantor, sambil mengelus perutku aku berjalan menuju halte bus, bayiku yang sedari tadi mulai aktif menendang-nendang perutku

“kau mulai lapar lagi ya?” tanyaku sambil mengelus perutku,aku tersenyum sekilas, melihat bus ku yang sudah  menungguku sedari tadi aku pun langsung menaiki bus tersebut menuju restaurant tempatku bekerja. Seperti biasa aku langsung di sambut dengan temanku yang mengalami nasip yang sama, hamil di luar nikah, tetapi bayinya keguguran karena dia terkena pendarahan, namanya Elysse kim, aku biasanya memanggilnya dengan sebutan eonnie kim

“bagaimana kabar bayimu?” tanyanya sambil memotong beberapa sayuran

“dia sangat aktif” ucapku diiringi dengan senyuman, aku mulai mencampurkan semua bumbu yang ada ke dalam panci, hari ini restaurant sangat ramai, sampai aku harus lembur dan berkerja malam, entah mengapa aku merasa semakin hari aku semakin lemas, akhirnya akupun dengan berat hati untuk izin pulang ke rumah, ditemani dengan kim eonnie yang mengantarku, di perjalanan dia tak berhenti-hentinya menanyakan tentang masalalu ku, masa lalu yang tak ingin ku ingat kembali, yang terpenting untuku adalah, aku dan bayiku yang sehat, meskipun hidupku yang tidak berkecukupan tetap ku jalani, yang penting aku bisa tetap hidup di dunia yang fana ini.

“sampai sekarang apakah kau pernah bertemu denganya?” tanya eonnie kim, aku terdiam, aku tak tahu harus menjawab apa, apakah aku harus menjawab bahwa aku sudah menghapusnya dari kehidupanku? Atau aku sudah menganggapnya mati?

“yaa kau tidak mau menjawabnya” ucap eonnie kim kecewa, bus melaju sangat cepat

“aku tidak pernah bertemu denganya” ucapku sambil tersenyum,eonnie pun mengangguk mendengar jawabanku. Sesampainya dirumah aku langsung menarik bed coverku, seraya memejamkan mataku, namun tiba-tiba, Ting tong ting tong, bell appartemenku berbunyi, aku menengok kea rah jam dinding ku waktu menunjukan pukul 21:30, siapa yang datang ke apartemenku malam-malam seperti ini? Batinku, aku segera beranjak dari tempat tidurku dan menuju pintu depan yang berjarak 6 meter dari kamarku, aku membuka pintu kamarku, sesosok wanita yang bisa dibilang tidak muda lagi berdiri di hadapanku

“Eomma…” ucapku sambil memeluknya, eomma memeluk tubuhku sambil mengeluarkan beberapa tetes air mata

“kau datang menjemputku?” tanyaku diiringi dengan tangisan, aku mempersilahkan eomma masuk sambil menyedukannya dengan teh hangat

“eomma merindukanmu kyrstal-a” ucap eomma sambari mengelap airmatanya yang membasahi pipinya

“eomma… jadi eomma datang kesini bukan untuk menjemputku..” ucapku lirih, kekecewaanku sangat besar kepada orang tuaku, seharusnya mereka tidak bersikap seperti ini, aku yang hamil di luar nikah seharusnya mereka lah yang mensupportku buka mereka yang malah membenci dan menghinaku, apa mereka masih bisa di sebut orangtuaku?

“eomma aku ingin tidur, kau bisa pulang sekarang” ucapku kecewa

“maafkan eomma, krystal, ayahmu masih marah padamu, menunggu jawaban siapa yang menghamilimu, kau tinggal bilang siapa namanya maka akan kita selesaikan secara hukum”  ucap eomma sambil menggenggam tanganku

“tidak… kau pulanglah eomma, hari sudah larut” ucapku lemas

“apa kau masih menyimpan bayi itu bersama mu? maukah kau bercerita kepadaku tentang bayi itu?” tanya eomma dengan puppy eyesnya /? Aku tersenyum melihat eomma yang penasaran akan bayiku

“yaa, aku masih menyimpan bayi ini di perutku” ucapku sambil mengelus perutku, eomma tersenyum memandangku

“bayi ini.. aku sangat menyayanginya, ia setiap saat menendang perutku, aku semakin senang.. namun aku tak tahu sejak tadi sore bayi ini mulai tidak menendangku” ceritaku, eomma menyimak setiap perkataanku, ia tersenyum dengan sangat senang kepadaku

“aku akan membujuk appamu agar ia mau memaafkanmu” ucap eomma sambil berdiri, dan berjalan menuju pintu, aku pun mengantarnya, eomma mengecup keningku sebelum pulang, aku pun memeluknya.

Pagi ini seperti biasa, ku habiskan waktuku di kamar mandi untuk merawat tubuhku, bukankah ibu hamil juga harus terlihat tetap cantik/? Mulai sekarang aku hanya kerja di restaurant saja karena sudah tidak mungkin bila aku bekerja di banyak tempat terus menerus

Aku menutup pintu apartementku sambil melihat sekitar, semakin hari apartement ini sangat ramai mungkin Karena harganya yang murah dan tempatnya yang nyaman, aku terus berjalan mengitari lorong dan menuju lift apartementku, segera memasukinya, namun tiba-tiba sebuah kaki menghalangi lift yang akan menutup pintunya

“tunggu” ucapnya aku langsung menekan tombol pembuka pintu, pintu lift pun terbuka, terpampang sosok namja yang memakai kaca mata hitam sambil memeggang ponselnya mengangkat telpon, Oh sehun? Tanyaku dalam hati, aku langsung buru-buru menutupi wajahku dengan syal yang ku gunakan, tampaknya dia tidak menyadari keberadaanku dan terus focus berbicara dengan teleponnya

“Yaa! aku sudah bilang, aku tidak mau menyudahinya, dari 2 bulan yang lalu kan” ucapnya dengan keras lalu mematikan teleponnya

“maaf bila saya berisik” ucapnya kepadaku, sepertinya dia masih tidak menyadarinya bahwa aku adalah krystal yang dulu di hamilinya, arghhh bad boy!

“tidak apa” ucapku, ku harap dia bisa mengenal suaraku dan melihat keadaanku sekarang dan langsung bertanggung jawab atas bayi ini, Ting Tong tiba-tiba lift berbunyi, pintu lift terbuka, sekarang kami tepat berada di ground, aku melangkahkan kakiku keluar begitu pun  dirinya, dia berjalan pergi meninggalkanku ‘Huh dasar lelaki yang gak peka!!!’ batinku, apakah dia akan begitu terus? Tidak mempedulikanku? Apakah dia pernah memikirkanku? Ughh aku tidak yakin.

Sekarang  aku tepat berada di depan restaurant tempatku kerja, aku mengelap sedikit kotoran yang ada di meja, aku bingung sebenarnya mengapa sedari tadi bayiku belum bergerak, apa dia sakit? Aku sangat panik bukan main, aku segera menemui eonnie dan menceritakanya

“jadi bayimu belum bergerak sama sekali?”  tanya eonnie bingung

“ne, eon” ucapku lirih

“kau sudah coba membawanya ke dokter kandungan?” tanyanya aku hanya menggeleng, tiba-tiba bosku memanggil ia bilang ada yang mencariku, aku segera pergi menghampiri orang yang mencariku dan meninggalkan eonni sendiri di pantry ku kira itu oranggtuaku ternyata seorang namja yang berbadan agak kekar sedang duduk menungguku sambil menatap jendela restaurant

“permisi, anda mencariku?” tanyaku, lelaki itu menolehkan pandanganya kepadaku

“Krystal-a” dia memanggil namaku lalu memelukku

“kau tau? Aku bingung mencarimu, sejak 4 bulan sejak kita terakhir bertemu kau tak pernah masuk sekolah, dan sekarang kami sudah lulus kau juga tetap tidak pernah menunjukan diri, apa kau cemburu karena aku bilang aku menyukai temanmu? Hahaha” ucapkai diiringi tawa garingnya, kaii… selama ini lelaki itu berusaha mencariku?  Dia menghawatirkanku?

“kau memang benar benar sahabatku kai” ucapku lalu memeluknya

“seperti yang kau lihat sekarang, keadaanku memburuk, maaf aku menghilang selama ini” ucapku penuh penyesalan, entah caci makian apa lagi setelah ia melihat keadaanku ini  yang akan diucapkan kai

“kau hamil?” tanyanya lirih, aku hanya membalasnya dengan anggukan

“siapa yang menghamilimu?” tanyanya, aku lihat matanya berkaca-kaca melihat apa yang telah terjadi kepadaku, aku hanya menangis sejadi-jadinya, dia memelukku, tubuhnya sangat hangat

“sudahlah jangan menangis, dari kecil kau adalah gadis yang kuat krys” ucapnya sambil menghapus air mata yang berjatuhan di pipiku, aku pun membantunya mengelap airmataku, kai pun akhirnya pergi meninggalkanku dia bilang dia akan menjeputku pulang nanti malam, aku cukup senang dengan kai yang menerima ku sebagai sahabantnya lagi walaupun sekarang aku sudah tidak suci lagi, kai bilang bahwa setiap orang mempunyai bagian tersulit dalam hidupnya

Sore pun berganti malam, restaurant sangat ramai mala mini, mungkin karena hari ini hari minggu, aku mengelus perutku, bayiku yang sejak dari tadi belum bergerak pun akhirnya bergerak pelan, aku mendudukan tubuhku ke kursi pantry, kepalaku sangat pening, padahal aku sudah meminum obat yang di sarankan dokter, tapi lama kelamaan kepalaku semakin pening, bos memanggilku menyuruhku mengantarkan makanan ke meja pelanggan, aku pun segera bangun dari kursiku, dan mencoba berjalan sedikit-sedikit mengantarkan makanan kemeja – meja pelanggan

“ krys antar makanan ini ke meja nomor 29 ne “ ucap eonni menyuruhku, aku segera menjalankan perintahnya

*Another side* Sehun POV

Sudah setengah jam lebih aku menunggu hyeonnie di restaurant ini, kemana wanita itu? Mengapa ia selalu terlambat arghh,apakah dia benar benar bertekad untuk memutuskanku? Tetapi Ini tidak adil, perjanjian 4 bulan yang lalu masih berlaku sampai minggu depan, padahal aku sudah menyiapkan cincin untuknya, rencananya hari ini aku akan melamarnya

Akhirnya aku memutuskan untuk memesan makanan terlebih dahulu, daripada aku mati kelaparan menunggunya , akhirnya wanita itu pun datang

“maafkan aku terlambat” ucapnya yang langsung begitu saja duduk dengan santainya

“kau sudah pesan makanan?” tanyanya, aku hanya mengangguk melihatnya, aku mengeriyitkan dahiku saat melihat dia sedang memoleskan make –upnya kewajahnya

“kau mau kemana berdandan seperti itu?”  tanyaku sambil tersenyum

“eommaku akan mengenalkanku dengan anak temanya, dia seorang namja, ganteng deh pokoknya” ucap hyeonnie sambil mengoleskan lipstick di bibirnya

“Mwo? Lalu bagaimana denganku?” ucapku

“kau? Kan aku sudah bilan kepadamu, kita sudah putus dari 2 bulan yang lalu!”

“sedahlah sehun, dari dulu aku memang tidak mencintaimu, bukannya kita pacaran hanya karena misi itu? Sekarang dia sudah menghilangkan” sambungnya dengan santai

Tiba-tiba, BRUKKK seorang pelaytan jatuh di depan mejaku dan hyeonnie, semua makanan tumpah dan lebih parahnya lagi…. Pelayan itu adalah, Krytal? Batinku aku langsung menghampirinya, dia telah terjatuh lemah, aku menepuk-nepuk pipinya, hyeonnie segera menelpon ambulan tapi tiba-tiba seseorang lelaki datang berlari kearah krystal, dia mendorongku, ternyata dia kai

“krystal krystal, oh tidak bayinya” ucapnya dengan panik, bayinya? Aku langsung melirik kearah perut krystal, ternyata dia hamil… dia hamil anakku? Apakah benar dia hamil anaku?, akhirnya ambulanpun datang, aku, hyeonnie, dan kai langsung mengikuti ambulan itu

Sesampainya di rumah sakit dokter berkata bahwa kami tidak boleh masuk menemuinya sampai pemeriksaan selesai, aku, kai, dan hyeonnie bingung setengah mati sambil memikirkan krystal

“apa yang terjadi padanya?” tanya ku kepada kai

“dia hamil, dulu dia sempat menghilang, tepatnya 4 bulan yang lalu, dia bilang ada orang yang menghamilinya dan tidak bertanggung jawab kepadanya, dia enggan menyebutkan nama orang tersebut tapi dia pernah bilang bahwa orang yang menghamilinya adalah orang yang sangat di sukainya” jelas kai sambil duduk bertumpu pada kedua tanganya, orang yang di sukainya ? orang yang sangat disukainya? Apa itu aku?  Mengapa aku sekejam ini kepadanya, seharusnya aku tidak melakukan itu, seharusnya aku…

Aku bingung, aku sangat menyesali perbuatanku kepada krystal ia pasti sangat membenciku, aku melirik ke arah hyeonnie yang sedari tadi duduk panik di ruang tunggu

“kau lebih baik pergi, krystal sudah tidak membutuhkanmu sepertinya, kau memang teman yang kejam” ucapku memarahi hyeonnie

“Kau! Kau yang menghamilinya ini bukan salahku!” teriaknya, kai langsung melirik kearahku

“apa kau bilang? Sehun yang menghamilinya?” tanyanya, dia menatap tajam mataku

“kau keterlaluan sehun” ucapnya sambil menonjokku, tonjokkanya berhasil mendarat sempurna di pipiku, aku mendiamkannya yang sedari tadi menonjokku, aku harus menerima rasa perih ini, atas apa yang aku lakukan terhadap krystal, hyeonnie berusaha menenangkan kai, namun tiba-tiba seorang wanita berkepala empat dan lelaki yang agak paruh baya itu menghampiri kami, kai pun berhenti menonjokku

“apa yang kalian lakukan di rumah sakit seperti ini malah berkelahi” seseorang lelaki itu yang ternyata adalah appa krystal menegur kami berdua, aku langsung mengelap darah yang keluar darimulutku, sesaat kemudian dokter pun keluar dari ruang pasien

“pak, bu, syukurlah krystal tidak kenapa-kenapa, bayinya sehat, meskipun dia memiliki sedikit pendarahan, tetapi krystal harus beristirahat disini selamanya sampai besok sore” jelas sang dokter

“ apakah kami boleh menjenguknya?” tanya eomma krystal dengan wajah yang sangat cemas, sedari tadi appa krystal menatapku dengan sorotan mata yang tajam , kami semua langsung masuk ke ruangan inap krystal, kamar VIP yang cukup mewah seperti kamar suite di hotel, sedari tadi krystal masih memejamkan matanya, waktu sudah menunjukan pukul 12 malam

“eomma.. appa..” tiba-tiba krystal terbangun, aku menatap matanya, ia melirik ke arahku

“sehun..” panggilnya, eomma krystal langsung menghampirinya, dan mengelus rambutnya

“kau baik-baik saja krystal, besok sore kau akan pulang kerumah, tidak usah tinggal di appartement lagi” ucap eomma krystal sambil memeluknya,

“Tidak bisa! Krystal mengakulah kepada appa, siapa yang menghamilimu?” tanya appa dengan suara lantang, aku langsung menelan ludahku mendengar itu, jujur saja aku takut apa bila aku mengakuinya aka nada pertengkaran disini, aku tak mau krystal terganggu, aku langsung menatap hyeonnie yang telah panik terlebih dahulu

“hyeonnieyaa, kau datang” panggil krystal, ia mengacuhkan pertanyaan ayahnya

“krystal maafkan aku” ucap hyeonnie sambil memeluk krystal, cih hyeonnie kenapa dulu kau bisa sejahad itu pada sahabatmu, dan krystal kenapa kau bisa semudah itu memaafkannya

*KRYSTAL POV*

Aku sengaja tak menjawab pertanyaan appa, aku hanya ingin sehun mengakuinya, cukup mengakuinya, aku tau dia dan hyeonnie berpacaran, ya aku tahu itu, perjanjian mereka 4 bulan yang lalu, seharusnya aku tak bisa memaafkannya, tetapi apa untungnya aku terus membenci mereka, tetapi untuk sehun… mengapa hati ini sulit sekali untuk tidak membencinya

“aku tidak akan menjawabnya” ucapku lantang

“baiklah, tak usah pulang kerumah!” ucap appa dengan penuh emosi, wajahnya memerah padam

“kalian semua pergi! Aku ingin sendiri, sungguh! “ ucapku sedikit berteriak

“krystal, jaga dirimu baik-baik” ucapkai

“eomma dan appa sejujurnya mencintaimu krystal” ucap eomma lirih, sementara sehun dan hyeonnie hanya menatapku iba, mereka semuapun meninggalkanku.

Malam berganti pagi sejak jam 5 pagi eonnie kim sibuk mengurusiku

“krystal, mengapa kau sakit bisa di rawat di ruangan yang semewah ini” ucap eonnie kagum, sebenarnya aku tak membutuhkan ruangan rumah sakit yang semegah ini, cukup pulang aku hanya mau berdua dengan bayiku

“krystal aaa” ucap eonnie sambil menyuapiku bubur dan memberiku susu ibu hamil, aku memakannya dan meminumnya

“sehabis ini kita pulang ne eonnie” ucapku sambil membereskan kasur rumah sakit

“ yayaya biar eonnie yang membereskan kau duduk dulu” ucap eonnie sambil membantuku membereskan kasur rumah sakit.

*SEHUN POV*

Aku segera bergegas mengendarai motorku, dan pergi kerumah sakit, aku ingin melihat keadaan krystal sekarang, aku tak tahu mengapa hatiku berkata bahwa aku seharusnya dengan krystal, yang diperutnya adalah anakku, darah dagingku

Semakin lama aku semakin mempercepat gas motorku, sekarang aku tepat berada di depan rumah sakit, langsung saja ku parkirkan motorku dan bergegas memasuki rumah sakit, aku langsung menuju kamar inap krystal tetapi saat aku sampai disitu..

“sus, pasien yang dirawat disini dimana ya?” tanyaku, sebabnya ruangan terlihat kosong tanpa pasien

“baru saja pulang pak” ucap suster itu, aku pun  segera lari turun kebawa lewat tangga darurat, aku takut tidak bisa bertemu krystal lagi selamanya, aku melihat wanita berambut panjang dengan seseorang wanita berambut lumayan panjang ikal, aku melihat mereka sedang menghentikan taksi, aku langsung saja menggas motorku dan mengikuti mereka, taksinya berjalan cukup kencang, dengan seksama aku mengikuti mereka, sampailah di sebuh apartement… apartement gwajang, apartement yang dulu aku tempati, mengapa krystal bisa disini? Aku menunggu cukup lama di depan apartement itu, apakah aku harus masuk atau tidak? Tapi tidak begitu lama, krystal pun keluar sambil mebawa koper-kopernya , aku bingung melihatnya, kelihatanya dia akan pindah dari apartement itu

“keryss….” Baru setengah aku memanggil dia sudah menaiki taksi dengan membawa kopernya, diikuti wanita yang sedari tadi bersamanya, akhirnya pun aku harus mengikuti mereka, sudah setengah jam aku mengikuti mereka tetapi belum juga mereka turun dari taksi tersebut, ku lihat papan besar bertuliskan ‘welcome to daegu’

Mwo? Ini di daegu? Sudah berapa jauh aku mengemudi omo omo, tiba-tiba taksi itu berhenti di sebuah rumah yang cukup kecil tetapi luas, halamannya sangat luas, akhirnya krystal turun dari taksi itu bersama teman wanitannya, aku agak sedikit mendengar pembicaraan mereka

“kau yakin akan tinggal disini?” tanya wanita itu

“ya, ini satu-satunya rumah yang kumiliki, aku akan berdiam disini sampai bayiku lahir” ucap krystal sambil mengelus perutnya

“jaga baik-baik bayimu, selama kau disini kau harus merawat dirimu baik-baik, karena kau hanya tinggal disini sendiri, aku akan menengokmu beberapa minggu sekali, eotte?”

“baiklah eonni, jaga dirimu baik-baik juga ne” ucap krystal, lalu wanita itu segera meninggalkan krystal.

*KRYSTAL POV*

Selesai membereskan rumah aku segera membaringkan tubuhku di sofa, rumah ini adalah rumah yang pernah aku tinggali dulu, banyak kenangan disini, dulu kai tinggal tepat di sebelah rumahku, tetapi sekarang rumah itu kosong, rumah ini memang memiliki halaman yang sangat luas, bahkan di belakang rumah ini terdapat beberapa pohon yang rindang, langit sudah mulai gelap aku segera menyalakan perapian dan membereskan kamarku, bayiku sibuk menendang-nendang sedaritadi, pasti ia kelaparan, tak terasa bayiku sudah berumur 5 bulan. Aku segera menyiapkan makanan, sepertinya aku hanya akan makan ramen hari ini, tapi tiba-tiba Ting tong…., bel rumahku berbunyi, siapakah tamu yang bertamu malam-malam begini? Aku segera membuka pintu rumahku, berdirilah sesosok namja… sehun…

“bagaimana kau bisa kemari?” tanyaku bingung, kryukk.. kryuukk terdengar suara perut yang kelaparan dari arah sehun, dia langsung tersenyum nyengir menampakan gigi-giginya

“masuklah” akupun mempersilahkannya masuk, dia menyatap ramen yang ku buat dengan sangat lahap

“bagaimana kau bisa tau aku disini?” tanyaku, dia hanya terdiam sambil menyatap lahap ramen tersebut

“aku mengikutimu” ucapnya sambil melahap ramen

“mmmm” ucapku, aku bingung harus bilang apa

“krystal… maukah kau berjalan-jalan keluar sebentar denganku?” tanyanya kepadaku

“tidak bisa, aku harus disini bersama bayiku” ucapku

“dia menggenggam tanganku, aku mau berbicara, ini penting, dan tidak akan lama” ucap sehun meyakiniku, akupun mengiyakannya dan ikut keluar bersamanya, aku berjalan mengitari taman, dia mengajakku duduk di sebuah bangku taman

“jadi…” ucapnya

“jadi apa?” tanyaku

“aku… aku mau meminta maaf kepadamu krystal” ucapnya, cih sebenarnya aku masih benci dengannya tapi mengapa saat bersamanya aku tak bisa membencinya? Apakah aku harus memaafkanya? Tetapi luka dihatiku belum pulih

“aku sudah memaafkanmu dari dulu sehun sunbae” ucapku sambil tersenyum

“bayi yang ada di perutmu… itu bayiku kan, itu darah dagingku kan? Aku ingin bertanggung jawab atasnya krystal, aku tak bisa melihatmu semenderita ini karena aku, aku akan bertanggung jawab atas ini semua” ucapnya sambil menggenggam tanganku, aku segera melepaskannya

“aku bisa mengurus bayi ini sendiri, kau bisa pergi sekarang,kurasa obrolan kita harus berakhir sampai disini saja” ucapku seraya beranjak dari bangku tama, namun iya mencegahku menarik tanganku dengan kencang sehingga aku kembali terjatuh di bangku taman

“bayi ini adalah kewajibanku krystal, aku akan bertanggung jawab percaya padaku” ucapnya sambil menatap mataku lekat-lekat, aku mengalihkan pemandanganku

“setidaknya, sampai bayi ini lahir… sekarang bayi itu sudah berumur 5 bulan, aku mepunyai sisa waktu 5 bulan lagi untuk bersama bayi itu, benar bukan? Setelah bayi itu lahir, bayi itu tidak akan mempunyai appa, ia hanya akan mempunyai kamu krys, setelah bayi itu lahir aku taakan mungkin di panggilnya dengan sebutan ayah/ appa benar bukan? Setidaknya aku akan merawat kamu dan bayimu sampai ia lahir, itu saja cukup bagiku, tolonglah krys, aku mencintai bayi itu seperti mencintai diriku sendiri” sambungnya, tak terasa airmataku keluar aku mulai menangis

“ya benar, bayi itu taakan pernah punya appa lag” ucapku

“kau boleh merawatnya sampai bayi ini lahir” sambungku, sehun memeluku sambil mengelus perutku, mencium perutku seraya berkata “baby, cepat lahir ne, appa ingin melihatmu tumbuh menjadi anak yang baik, semoga walaupun appa tidak bisa berada di sampingmu saat kau tumbuh, appa akan selalu mendoakaknmu, selalu” ucapnya

Akhirnya kami pun pulang, “mau apa kau?” tanyaku heran, sehun menyeret koper-kopernya menuju ke depan rumahku

“tinggal bersama mu” ucapnya, aku terbelalak melihatnya

“tidak ada” ucapku sambil mengaling-alingkannya menuju pintu rumahku, “aku akan merawat bayikita bodoh” ucapnya sambil  mendorongku pelan

“aku akan memakai ruangan ini sebagai tempat tidurku” ucapnya sambil berbaring  di sofaku

“pakailah semaumu” ucapku cuek

“heits dari batas pintu sampai karpet ini, tempat ini adalah kekuasaanku” ucapnya dengan seenaknya

“hey! Bagaimana jika aku mau menonton tv bodoh!” ucapku memarahinya, iya hanya menunjukan lidah merahnya itu.

Tak terasa matahari sudah memenuhi kamarku aku segera bangun dan beranjak menuju ruang depan

“tadaaa” teriak sehun

“omo, kau masak apa?” tanyaku, sehun membawa semangkuk bubur di tangannya,  ia menarik tanganku menuju sofa

“duduklah, hari ini kau mendapatkan perlakuan kusus dariku” ucapnya, aku bingung melihat sikapnya yang aneh itu

“aaaa” ucapnya kepadaku sambil menyuapkan ku sesendok bubur, aku tidak mau membuka mulutku

“aku mau makan sendiri!” ucapku tegas langsung merebut semangkuk bubur yang di pegangnya

*Normal POV*

Hari demi hari mereka semakin akrab, sehun mulai membantu krystal dengan segala hal, contohnya memasak, menyuapkan krystal makanan memperbaiki pipa-pipa yang ada di rumah krystal, berbelanja makanan, kedekatan mereka semakin hari semakin bertambah, krystalpun sepertinya mulai memaafkan sehun, dan sekarang bayi krystal genap berusia 7 bulan

Ting tong

“Yaa pabo, buka pintunya” ucap krystal menyuruh sehun yang sedang asik menonton tv bersama krystal

“yaa siapa disana? “ teriak sehun dan langsung membukakan pintu depan

“kai…” ucap sehun terpelongo

“siapa hun?” tanya krystal yang sedang duduk manis di sofa

“krystal..” kai pun menghampiri krystal yang sedang asik menonton tv

“kai, silahkan duduk” ucap krystal mempersilahkan kai untuk duduk, tetapi kai membalasnya dengan gelengan

“aku ingin berbicara kepada sehun” ucap kai sambil menggeret tangan sehun keluar rumah

“KAU APA-APAAN? DENGAN SEMUA YANG SUDAH TERJADI KAU SEENAKNYA MEMINTA MAAF KEPADA KRYSTAL?” bentak kai

“YA KAI! TAK USAH  MEMBENTAKKU! “ ucap sehun membentak balik

“baiklah, apa maksudmu?” tanya kai mencoba mengatur nafasnya

“aku ingin menjaga bayiku” ucap sehun serius

“menjaga bayi krystal? kau tidak bisa! Itu bukan hak mu lagi, kau sudah cukup mentelantarkan krystal seperti itu, kau tidak boleh datang kepadanya, mulai sekarang aku yang akan menjaganya dan bayinya”

“kau tak tahu ya, bahkan sudah dua bulan aku tinggal disini untuk merawat krystal, loh loh kai, kau ini yang tidak ada hak sama sekali untuk merawat krystal dan anaknya, karena kau, kau bukan siapa-siapanya, aku adalah ayah dari anak itu, jadi biarkan aku merawatnya sampai ia lahir, setelah itu terserah kau” ucap sehun

“baiklah, baiklah aku setuju dengan omonganmu” ucap kai sambil berjalan menuju rumah krystal, di depan sudah ada krystal menunggu

“loh kai langsung mau pulang?” tanya krystal bingung

“ya, aku akan membiarkan waktu kalian berdua sampai bayi itu lahir” ucap kai, sambil memeluk krystal

“jaga dia baik-baik” ucap kai kepada sehun yang diiringi dengan anggukan sehun

“bye kai” ucap krystal sambil melambaikan tanganya kepada kai, kai pun akhirnya hilang di balik pintu

“krystal aaa” ucap sehun sambil menyerahkan sesendok bubur kepada krystal

“aku bukan baayi lagi hun” ucapnya sambil merebut sendok yang ada di tangan sehun, namun tanagn krystal berhasil di tangkis sehun terlebih dahulu

“no! yang di dalam perutmu itu seorang bayi, aku merawatmu sama dengan aku merawatnya” bantah sehun, akhirnya  krystalpun mengiyakan perkataan sehun dan sehunpun menyuapi krystal sedikit demi sedikit

9 BULAN KEMUDIAN

*KRYSTAL POV*

Entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku terhadap sehun, aneh sekali, aku bisa dengan mudah memaafkanya dan melupakan apa yang telah terjadi kepada ku dulu, kenangan pahit itu sekarang mulai terkikis oleh cinta, entah mengapa aku sungguh merasa aku akan gila dengan perasaanku sendiri, Ia terus menatapku yang tengah bengong daritadi

BLUKKK ia melemparku dengan bantal yang ada di sofa alhasil bantal itu mendarat dengan sempurna di kepalaku

“appo!” ucapku meringis, ia memeluk kepalaku, mendekapkannya ke dadanya dan mengelus rambutku

“mianhae” ucapnya lalu mengecup kepalaku, entah aku merasa ada yang aneh, hari demi hari perlakuanya kepadaku sudah selayaknya suami dan istri

“sekarang tepat 9 bulan, sebentar lagi aku akan meninggalkanmu dan bayiku, sebentar lagi ia akan lahir menjadi jagoan kecilku” ucap sehun, aku bisa melihat dari tatapan matanya yang berkaca-kaca itu

“nee” ucapku lirih, ia mengelus perutku yang semakin hari semakin besar

“ baby-a… aegi-yaa, maafkan appamu ini, saat kau lahir mungkin kau tak bisa melihat appamu yang tampan ini, tapi kau jangan khawatir eomma mu akan selalu berada di sisimu, eomma akan selalu berada di sampingmu, dan biarkan appamu ini selalu  mengisi hatimu, appa tak akan membiarkanmu sedih, jika ada yang melukaimu berjanjilah pada appa, jangan pernah membalas mereka, jika ada orang yang menyanyangimu berjanjilah jangan pernah menghianati mereka, jangan pernah mengecewakan mereka “ ucap sehun panjang lebar, aku menitihkan air mataku

“aegi ya… appa berharap kau bisa menjaga eomma mu, bila tak ada appa”  sambungnya, aku mulai menitihkan air mataku, tak bisa ku sembunyikan lagi perasaanku, aku mau sehun selalu berada di sisku

“tidak akan terjadi..” ucapku, sehun mulai menyadari bahwa aku menangis

“yaa mengapa kau menangis?” ucapnya sambil mengelap air mataku

“aku tidak mau kau pergi, aku mau kau selalu ada di sisiku, bersama bayi kita… aku mau kita menjadi keluarga yang utuh, sehun-a nikahi aku?” ucapku sambil menangis, sehun pun memelukku

“apakah aku bisa?”  ucap sehun sambil menatapku

“tentu kau bisa” ucapku, sehun langsung memelukku

“aku akan mengakui kesalahanku kepada appamu, aku akan menikahimu setelah bayi kita lahir, gomawo krystal kau bisa memaafkanku dan menerimaku apa adanya, walaupun aku banyak salah kepadamu” pinta nya sambil memeluk dan mencium keningku, aku mengangguk dan tersenyum kepadanya, tiba-tiba

“AKKKHHHH” jeritku, perutku sangat sakit, seperti ada yang mau keluar dari dalam sana

“AAAKHHH APPO” Jeritku lagi, dengan cekatan sehun langsung memanggilkan ambulan untukku, ia sangat panik melihat keadaanku, sementara perutku semakin sakit. Tidak lama kemudian pun ambulan datang, aku di bawa kerumah sakit terdekat di daerah daegu

“AAKHH SUSTER APPO AAKKHH” Jeritku, aku merasa bayi ini sangat susah keluar, sudah 1 jam tetapi bayi ini belum juga keluar, sementara disampingku sudah ada sehun, dan eommaku, 5 menit kemudian terdengar suara indah, yaa suara paling indah, suara tangisan bayi yang baru lahir, aku menyenderkan tubuhku ke kasur rumah sakit dengan lemas, eommaku dan sehun membiarkanku istirahat, sedari tadi sehun sibuk menggendong bayiku, lalu akhirnya memberikan bayi itu kepadaku

“anak kita perempuan” ucap sehun senang

“mwo?” ucap eomma kaget

“anak kalian?” sambungnya, appa pun langsung masuk keruangan karena mendengar suara tangisan bayi, appa menggendong bayiku dengan girang, sementara eomma masih bingung memikirkan tentang aku dan sehun, sehun pun menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuaku, appa dan eommaku sama sekali tidak marah, karena sehun mau jujur mengakuinya dan bertanggung jawab atas yang ia lakukan, akhirnya seminggu setelah bayiku lahir aku dan sehun menikah, kami memberikan nama bayi kami dengan nama Oh ahreum, dengan marga oh karena sama dengan marga sehun, dan akhirnya kami pun hidup bahagia selamanya

*END*

Huwaa tamat jugaaa aku gak nyangka loch :3 /gak di tunggu komennya ya teman, don’t judge my fic, because this fict 100% from my brain kiwkiw

Maaf banyak typo, author masih labil

Advertisements

6 thoughts on “[ONE SHOT] Fake friend story

  1. Waah bgus :v aku bknnya baca yg water and oil malah baca yg ini/? Soalnya mataku udh cpet bgt klo udh yg hamil2/? Wkwkwk mana couple nya plg aku ska lagi hunstal :g bgus thor tpi rada sdikit trburu2.. tpi overall kece *ngences*/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s