[ONE SHOT] Thousand years

Image

Thousand years

BY @KINANTIKK / hwngssi

SAD ROMANCE

ONESHOT

 

Cast:

  • jung soo jung (krystal)
  • Kai jongin
  • Kim Yeon Shin

Disclaimer: This FF 100% made by me, made by my brain, made by my hand. So guys thanks for not copy my ff, please don’t judge

Contact/ info: @kinantikk [twitter] kinanti9910@gmail.com.

kalo mau baca ffku lebih lanjut  https://kffiction.wordpress.com

Summary: to : kai

Kiss me and smile for me, tell me that you wait for me hold me like you never let me go

From : krystal

Aku berjalan di sekitar halaman rumahku, masih memikirkan tentang perceraian orang tuaku yang baru saja terjadi kemarin, entah mengapa aku sangatlah sedih, karena untuk 10 tahun kedepan aku akan tinggal bersama ayahku. Sekarang seorang namja berdiri tepat didepanku, tanganya membelai rambutku

“Kai..” ucapku sambil menatap wajah namjachingu ku

“krystal-a aku merindukanmu” ucap kai sambil memelukku

“aku juga kai, jeongmal bogoshippeo” jawabku lalu memeluk tubuhnya, tubuhku terasa hangat, suhu dari tubuh kai menyebar ketubuhku, tanganya mengelus punggungku

“Sudah beberapa kali kau tidak masuk sekolah, semenjak perceraian orang tuamu, apa kau masih merasa sedih?” tanya kai sambil melepas pelukannya, dan mengajaku untuk duduk di bangku halaman rumahku

“masih berat untuk meninggalkan ibuku kai “ ucapku sambil menyeka airmataku yang bercucuran, kai pun menggenggam tanganku dan memelukku

“tak apa, menangislah sepuasmu, tapi berjanjilah kepadaku bahwa kau tidak akan menangis lagi sesudah itu” ucap kai sambil mengelus rambutku, aku pun bangun dari pelukkannya

“kai, selama ini ibuku yang merawatku, aku tidak bisa meninggalkannya” ucapku sambil mengelap air mata yang tersisa di pipiku

“jadi kau akan meninggalkanku?” tanya kai

“aku akan menemui ibuku, aku tak tahu ini akan lama atau tidak, aku meyakini mu jika aku kembali aku akan menemuimu di ballroom dan memakai gaun pengantin untukmu kai, aku janji” janjiku, kai menurunkan alisnya

“jika kau tidak kembali?” tanya kai

“aku akan kembali, apa kau masih ragu kepadaku?” tanyaku sambil menggenggam tangan kai.

*Kai POV*

Sebenarnya sulit untuk melepaskan dia pergi menemui ibunya, akan tetapi dia sangat mencintai ibunya, seandainya aku masih mempunyai ibu mungkin aku akan melakukan hal yang sama sepertinya, dengan sangat lirih aku berkata,

“baiklah aku akan melepaskanmu pergi menemui ibumu, asalkan tepati janjimu krystal-a”

“tentu kai” ucap krystal meyakiniku

“aku akan terus menghubungimu! Aku berjanji” sambungnya

Akupun pergi meninggalkan krystal, krystal melambaikan tangannya ke arahku, aku membalasnya.

Waktu sudah menunjukkan jam setengah 12 malam, tetapi krystal belum menelepon ku, walau hanya sekali, dia bilang dia akan memberiku kabar. Aku terus berjalan mengitari halaman rumahku, masih terpikirkan tentang krystal yang bilang akan menghubungiku, Karena ke khawatiranku sudah tak terbendung lagi, aku pun segera pergi bergegas kerumah krystal.

“Annyeonghaseyo” tampak seorang lelaki berumur 45tahun keatas menyapaku di depan pintu rumah krystal, ya, dia adalah ayah krystal

“Annyeonghaseyo aboji, apakah ada krystal disini?” tanyaku, aku memang memanggil ayah krystal dengan sebutan aboji karena ayah krystal sudah menganggapku anak, dan aku menganggapnya orangtuaku sendiri

“saya baru saja mengatarnya ke stasiun kereta, krystal akan menemui ibunya, ia akan sampai di busan jam 6 pagi” jelas aboji

“apa aboji rela melepaskanya pergi ?” tanyaku sedikit

“krystal bersih keras untuk menemui ibunya di busan, karena mendengar kabar bahwa ibunya sedang sakit, saya tidak boleh melarang krystal ini-itu Karena jung hana adalah ibunya” jelasnya

“jung aboji… baiklah kalau begitu, tapi berapa lamakah krystal akan pergi?” tanya ku

“seminggu.. ia akan balik minggu depan, tepatnya” ucap jung aboji sambil memberikan kai secangkir kopi

Tininit tininit… tiba-tiba ponsel ku berbunyi, ku lihat nama yang ada di layar ponselku ‘krystal jung’ akhirnya krystal menghubungiku…

“Yoboseyo krystal” ucapku dalam telephone

“kai, aku akan baik-baik saja, seperti yang aku janjikan padamu, sekarang aku berada di kereta api K.A seoul 57 menuju busan, aku akan terus mengabari mu lewat surat, surat dari busan akan sampai ke tempatmu kai” ucap krystal lewat telephone

“jadi kau akan terus mengabari ku?” tanya kai lewat telephone

“tentu kai, kai batre ponselku hampir habis, aku akan mematikannya, saranghae” ucap krystal

“sarang..” tut tut tut tiba- tiba telephone terputus. Aboji menatapku dengan heran

“apakah itu telephone dari krystal?” tanyanya

“ne aboji, waeyo?” tanya ku balik, agak sedikit menatap wajah aboji yang agak lemas

“dia tidak menelponku, dia hanya menelponmu, dari kecil krystal mungkin membenciku” ucap aboji sambil mengaduk teh hangatnya, aku hanya menatapnya dengan penuh tada tanya, mungkin aku bingung atas ucapan aboji

“tapi krystal mau tinggal bersama mu “ kataku

“ya, aku tahu itu, aku bukanlah ayah kandung krystal, sewaktu krystal masih kecil aku pernah membunuh kucing kesayangnya, yang di berikan oleh ibunya, tapi itu karena aku mencintainya, dan dia alergi kepada kucing itu, tapi sampai sekarang dia masih kesal padaku gara-gara kucing itu” jelas aboji, aku dan aboji memang sangat dekat, aboji sering bercerita padaku, begitu juga aku, awalnya aku dekat denganya karena krystal mengadu kami di permainan catur, dan aku menang melawannya.

“ ya aku tahu perasanmu aboji, sepertinya sekarang saatnya aku pulang” cukup puas mendengar berita krystal sudah di dalam kereta dan berangkat, saatnya aku pulang dan melepaskan kecemasan ku akan krystal.

 

Sinar mentari pagi mulai menembus celah-celah jendela kamarku, segera aku bangun dari tempat tidurku dan berkemas bergegas untuk pergi ke kampusku, appa menyapaku di depan pintu dengan senyuman tulus, sudah hari ketiga saat kepergian krystal, dia masih belum mengirimiku sepucuk surat pun.

“Appa, apakah krystal sudah mengirimiku surat?” tanyaku

“masih belum sepertinya, sudahlah kau tak usah pikirkan krystal itu, menikahlah dengan yeon shin, dia adalah wanita yang baik, dan kaya raya, kau pasti menyukainya” ucap appa, aku berusaha untuk tidak mendengar celotehannya tentang yeon shin itu, jujur saja aku tak tahu yeon shin itu gadis seperti apa, dan sebaiknya aku memilih setia kepada krystalku.

Ting Tong, bell rumahku pun berbunyi, aku segera membukakan pintu dan melihat siapa di luar sana

“Dengan saudara Kim Jongin?” tanya seorang laki-laki dengan sepucuk amplop surat di tangannya, biar kutebak, pasti ini surat pertama dari krystal

“ya, saya sendiri” ucapku

“tanda tangan di sini, dan ini kiriman surat untukmu” ucap ahjussi itu sambil memberiku sebuah amplop berisi surat, dan meninggalkanku, tertulis di bagian depan amplop itu nama krystal, tidak salah lagi, surat ini pasti dari krystal.

“Appa, kai pergi dulu ke kampus, jaga diri baik-baik appa” teriakku dan langsung mengambil sepeda motorku dan bergegas mengendarainya menuju ke kampusku. Hari ini adalah mata pelajaran Hukum Undang-undang, dan sangat kebetulan sekali dosennya tidak masuk, aku langsung mengambil kesempatan ini untuk membalas surat dari krystal, ku buka isi amplop berwarna putih berukuran sedang tersebut, dan mengambil kertas di dalamnya, tertulis

‘Untuk: kim jongin’

Bagaimana kabarmu kai? Maaf baru sempat menulis surat untukmu, disini aku terus menjaga eommaku yang semakin hari semakin parah sakitnya, kai, mungkin sebentar lagi aku akan pulang, aku sangat merindukanmu, di sini udaranya sangat sejuk, aku suka sekali mengajak eommaku untuk berjalan di pantai busan, aku berharap sesudah kita menikah kau akan mengajakku liburan serta bulan madu di jeju island, pasti aku akan sangat senang menerimanya.

Salam sayang

Krystal jung

 

Aku setengah tersenyum membaca surat darinya, sekaligus aku juga sangat sedih dan rindu kepadanya, aku berharap agar nyonya jung cepat sembuh agar krystal bisa pulang dan segera menikah denganku. Tiba tiba…

“apakah kamu yang bernama kai?” tanya seorang gadis cantik berambut panjang kecoklatan

“ne, kau ini siapa ya?” tanyaku

“perkenalkan namaku, kim yeon shin, ayahku kenal dekat dengan ayahmu” ucapnya

“aah yeon shin-a sepertinya aku pernah mendengarmu dari ayahku” ucapku sambil tersenyum sedikit padanya, ternyata yeon shin sangat cantik

“sepertinya kau sedang senang kai” ucapnya sambil duduk di sebelahku

“yaa begitulah, yeoja chinguku baru saja mengirimi ku surat, aku sangat merindukannya” jelasku

“siapakah yeoja yang beruntung itu? Apa dia kuliah disini juga?” tanyanya

“ya, namanya krystal, dia kuliah di sini di bagian sastra hangul dan sastra inggris” ucapku sambil melipat surat dari krystal dengan rapih dan memasukkanya kedalam amplop, rencananya aku akan membalasnya nanti

“oooh begitu, pasti dia sangat cantik” puji yeon shin, aku langsung tersenyum kepadanya meng’iya’ kan tentang pujiannya

“sepertinya aku baru pernah melihatmu di kelas ini” ucapku kepadanya

“ya begitulah, bulan ini aku salah mengambil mata pelajaran kuliah” ucap yeon shin

“oooh begitu” ucapku.

Kelas berlalu, jam menujukkan pukul 20.30pm, aku segera merapihkan buku-buku ku yang tergletak sembarangan di meja, suasana kelas pun mulai sepi, hanya ada aku seorang, aku pun mulai berjalan, tiba-tiba..

“kai tunggu!” teriak seorang yeoja dari arah belakang, aku pun segeram membalikkan tubuhku, ternyata yeon shin tepat berdiri di belakangku

“kau masih disini?” tanyaku heran, pasalnya di kampusku ini tak ada orang yang sering pulang telat kecuali aku

“aku daritadi menunggumu di taman kampus, aku penasaran apa yang kau lakukan hingga kau berdiam lama di kelas, tapi saat aku hendak mengintipmu, kau keluar” jelasnya sambil tersenyum

“mengapa kau menungguku?” tanya kai bingung

“aku mau mengajakmu pulang bersama, kai” ajaknya.

Di perjalanan kami terus berbincang-bincang mengenai kuliah, dan orangtua kami, sampai sewaktu ketika..

“aku iri dengan krystal” tuturnya

“mengapa kau iri denganya? Kau tak kalah cantik denganya hahaha” ucapku sedikit bercanda

“sebentar lagi dia akan menikah sama namja setampan dan sebaik kamu” tiba-tiba kata-kata tersebut keluar dari mulutnya, yang membuatku agak sedikit menelan ludah

“haha kau bisa saja” ucapku sambil tersenyum

Sesampainya di rumah, appa tak berhenti-hentinya menanyakan soal yeon shin, dia sempat melihatku dengan yeonshin tadi arghh, bawel sekali

“Appa, aku sudah bilang, aku tak akan tertarik dengan yeon shin, aku sudah mempunya krystal appa, aku sebentar lagi akan menikah denganya!” ucapku lantang

“baiklah-baiklah, tapi coba kau fikir-fikir lagi” kata appa lalu meninggalkanku pergi. Aku membuka tasku dan mengeluarkan secarik amplop yang berisi surat, dari krystal, aku pun mulai mengeluarkan pena dan kertasku lalu mulai menulis balasan surat untuknya

‘ krystal, aku baik-baik saja, aku juga sangat rindu padamu, aku berharap di setiap doaku, semoga ibumu cepat pulih dari sakitnya, aku berharap semoga kau akan cepat pulang sehingga bisa melaksanakan pernikahan kita, aku sangat tak sabar menunggunya, krystal aku akan selalu mengingat janjimu, kau akan menungguku di ballroom yang megah dan menggunakan gaun pengantin yang catik, aku selalu tak sabar akan hal itu, hal yang ku selalu ku nanti-nantikan dan selalu ku impikan, semoga itu menjadi kenyataan denganmu krystal. aku berharap aku bisa mengajakmu liburan ketempat yang lebih indah dari pulau jeju.

Salam sayang: kai ‘

Selesai menulis surat untuknya, lalu aku mengirimkan surat itu di pagi harinya, aku berharap semoga surat itu akan cepat sampai.

*Krystal Pov*

Aku terus memandang foto yang ada di tanganku, fotoku, dan foto kai saat sedang bersama, aku ingat saat itu dimana saat aku sedang sedih, lalu kai datang menghiburku, saat aku tertawa, kai mengajaku untuk berfoto dengannya, dan saat itu juga kai mengungkapkan rasa cintanya padaku, aku terus mengelus foto tersebut sambil mengharapkan kai ada disini. Tiba-tiba eommaku menghampiriku dan berkata

“krystal, sepertinya lusa kau tak akan bisa pulang ke seoul” ucapnya

“tinggalah disini, kau tau sekarang kesehatan eomma makin memburuk” ucap eomma sambil mengelus rambutku

“anni eomma, sebentar lagi aku dan kai akan menikah” ucapku.

Keesokan harinya surat dari kai pun datang ke gubukku, aku mulai membuka amplop merah muda yang bergambar bunga dengan tempelan prangko lucu di muka amplop tersebut, aku mulai membacanya dan sedikit menitihkan air mata, aku ingin cepat pulang tetapi kesehatan ibuku…

Aku pun mulai membidikan tinta pulpenku ke dalam kertas besih nan polos, aku mulai menulis suratku yang kedua untuk kai.

“krystal, besok kita akan pergi ke London untuk pengobatan geratis disana, cepat kemasi barangmu dan ikut eomma” ucap eomma sambil memasukan baju-baju ke koperku, aku mulai menitihkan air mata yang ke 2 kalinya, apakah ini akan lama? Apakah kai sanggup menungguku? Tetapi aku sudah berjanji padanya besok aku akan pulang dan dia juga akan menjemputku di stasiun kereta, K.A 57 yang akan ku naiki menuju seoul, apabila kai datang dan aku tak ada…

Aku pun segera memberikan suratku ke tukang pos di pagi itu juga, aku dan eommaku pun berangkat ke London pagi ini. Kai… apapun yang terjadi, jika aku tak datang-datang padaku, tolong jangan menungguku…

*KAI POV*

Hari ini aku berjanji akan menjemput krystal di stasiun kereta api, aku pun segera bersiap-siap menggunakan jaketku dan menggunakan topiku, aku juga sudah menyediakan makanan lezat agar krystal bisa memakannya setelah sampai di seoul.

“Appa, aku pergi dulu ya” teriakku dari depan pintu, suara dengkuran appa sangat terdengar jelas, bertanda bahwa ia belum bangun. Aku pun pergi ke kamar appa untuk menengoknya

“Appa… appa tubuhmu panas” ucapku sambil memegang keningnya,

“kau yakin akan menjemput krystal?” ucapnya, aku hanya sibuk mengkompresnya

“sepertinya begitu” ucapku sambil mengkompres appa

“nak, menikahlah dengan yeon shin, maka kita tidak akan seperti ini” ucap appa sambil menggenggam tanganku

“tidak appa, maafkan aku, aku mencintai krystal, sangat mencintainya” ucapku lalu pergi meninggalkan appa menuju stasiun kereta api, tapi tiba-tiba di jalan aku bertemu yeon shin

“yeon-ah…” panggilku, diapun menengok ke arahku

“Hey kai” ucapnya sambil menghampiriku

“aku mendengar bahwa appamu sakit ya?” tanyanya kepadaku

“yaa, badanya panas, hanya demam biasa, paling nanti juga sembuh” ucapkai acuh tak acuh

“apakah aku boleh menjenguk appamu?” tanyanya kepadaku

“tentu saja, tetapi saat ini aku mau pergi” ucapku

“kemana?” tanyanya

“aku akan menjemput krystal di stasiun kereta” ucapku sambil tersenyum padanya

“waah bagus sekali, aku tak sabar ingin melihatnya, baiklah kai, sekiranya kapan kau akan sampai di rumah?” tanyanya lagi

“ kau boleh melihatnya sepuasmu jika aku sudah berhasil menjemputnya, haha” ucapkai di seringai tawa garingnya

“aku akan sampai kira-kira hmmm, jam 6 sore” ucap kai sambil melihat jamnya

“loh, tetapi ini kan masih pagi, kau akan menunggunya di stasiun?” tanyanya

“ya, aku akan menunggunya” ucapku dengan senang hati, aku pun langsung pergi meninggalkan yeon shin.

Stasiunpun mulai tampak ramai, semakin siang semakin panas udara terasa di kota seoul ini, sambil menegguk soft drink aku mulai memperhatikan jam tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00pm tetapi kabar tentang kereta api krystal belum juga terdengar, aku terus menatap ke arah rel kereta, berjalan mondar-mandir di samping pembatas jalan kereta, entah mengapa firasatku buruk akan hal ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00pm, langit pun mulai agak sedikit redup, stasiun mulai sepi, sampah sampah yang tertiup anginpun tampak berserakan, ku lihat layar tv yang ada di stasiun kereta, beberapa orang di stasiun kereta pun matanya mulai tertuju pada tv tersebut

“kecelakaan… terjadi kecelakaan kereta api KA 77 di daerah gwangju, tepat 15 menit yang lalu pukul 17.00pm kereta tersebut menabrak sebuah truk berisi gas, kereta tersebut terbakar pukul 17.10pm, seluruh penumpang tewas”

…… Tesss tesss, tiba-tiba air mataku berhamburan keluar, tak bisa tertahan lagi, baru saja aku mendengar bahwa kereta yang di naiki krystal hari ini mengalami kecelakaan, aku berlutut bersimpuh di lantai stasiun menangis dengan sejadi-jadinya, tak peduli semua mata yang tertuju kepadaku, tiba-tiba seseorang memegang pundakku dan membantuku berdiri, ku lihat matanya memandangku lirih

“bangunlah kai” ucapnya sambil merangkulku, berjalan, yeon shin membantuku untuk duduk di kursi

“mengapa kau kesini?” tanyaku heran sambil mengelap air mataku, ia menyodorkan ku kopi panas

“tadi saat aku ingin pulang dari rumahmu, seorang pak pos datang memberikan surat ini kepadaku, karena dirumah mu hanya ada appa mu yang sedang sakit, terpaksa aku yang menandatanganinya, sepertinya surat itu dari krystal, kurasa ini penting lalu, aku pun membawanya kepadamu” ucap yeon shin sambil memberikan surat itu kepadaku, aku pun segera mengambilnya, sampul berwarna biru classic yang di bagian mukanya terdapat perangko bergambar kapal titanic favoriteku…, krystal… apakah kau selamat? Tetapi… apakah itu mungkin?

Aku langsung menggengam tangan yeon shin, yeon shin terus menjaga kestabilan tubuhku di jalan, dia memanggilkan taxi untukku,

“aku turut berduka cita atas kejadian yang telah menimpa krystal, bahkan aku tak pernah melihat wajahnya” ucap yeon shin sambil menunduk, aku sedari tadi hanya diam, hatiku sakit sekali, sepertinya aku akan depresi, atau aku akan menjadi gila? Oh tuhan tidak ada yang bisa menggantikkan dirinya.

Sesampainya di rumah, yeon shin membantukku mengurusi appa, appanya menyuruhnya untuk menginap dirumahku untuk mengurusi appaku, karena aku yang sedang trauma atas kejadian yang menimpa kekasihku krystal

“kai kau mau kemana?” tanya nya, aku tertangkap basah saat akan pergi ke rumah krystal

“mmm, kau mau ikut?” tanyaku kepadanya, dia pun mengangguk bertanda ‘ya’ menurutku, aku pun langsung pergi kerumah krystal dan meninggalkan appa sendirian dirumah.

Tok..tok..tok.. hampir setengah jam aku mengetuk pintu rumah krystal, namun tak kunjung ada yang keluar, tiba-tiba ada seorang tetangga yang keluar dari rumahnya

“Hey nak, orang yang tinggal di situ sudah 2 hari pergi” ucap seorang bapak tua itu

“kalau boleh tau orang itu kemana ya pak?” tanyaku kepada bapak itu

“saya tidak tahu kemana dia pergi” ucapnya sambil menutup pintu rumahnya dengan bantingan yang cukup keras

“kai, ini rumah krystal?” tanya yeon shin

“ ne, aku takut sekali, dimana aboji tinggal sekarang..” ucapku sambil melangkah pergi meninggalkan rumah krystal, yeon shin mengikuti ku dari belakang

Sesampainya dirumah aku pun langsung membereskan tempat tidurku

“yeonshin, kau tidur saja di kamarku terlebih dahulu” ucapku

“lalu kau?” tanyanya

“aku akan tidur di luar” ucapku pergi sambil membawa amplop surat dari krystal, yeon shin tidak menjawabku dan sibuk membuat bubur untuk appa

Aku mulai membuka surat yang krystal berikan, aku pun mulai membacanya

“untuk kai tersayang

Kai… aku senang mendengarmu baik-baik saja, aku sangat senang mendengar bahwa kau bilang kita akan segera menikah saat aku pulang, aku sangat tak sabar ingin menemuimu di ballroom dan memakaikan cincin untukmu, mengucap janji sehidup semati di hadapan tuhan, aku senang dan sampai tak bisa tidur membayangkanya, kai… tetapi aku tidak bisa berjanji aku akan pulang besok aku akan menikah denganmu, aku tak bisa berjanji, bila takdir berkata lain…. Atau bila besok dan seterusnya aku tak akan bisa melihat paras tampanmu lagi… aku takut akan hal itu. Kai bila aku tak bisa pulang dan bertemumu, atau menikah denganmu, berjanjilah bahwa kau tak akan menungguku, kai aku sangat mencintaimu, mencintaimu untuk seribu tahun yang akan datang, dan seterusnya aku akan mencintaimu, disaat matahari terbit dan terbenam aku akan terus mencintaimu kai, bahkan bila aku mati, atau aku pergi, aku selalu akan selalu membayangkanmu ada di sisiku.

Selamanya mencintaimu kai

From: krystal”

Tess…tes.. tiba-tiba air mataku jatuh lagi, membaca surat dari krystal, entah mengapa hatiku terasa teriris ribuan benda tajam, aku terus menangis tanpa menghiraukan apapun yang terjadi, aku mengambil amplop tersebut dan memasukan kertas surat ke dalam amplop, tetapi saat aku mau memasukan surat, aku menemukan tape yang bertuliskan “untuk kai”, tanpa basa basi aku langsung memasukannya ke dalam tape recorder, dan menekan tanda play

Tiba-tiba langsung teralunkan suara merdu krystal di dalam kaset tersebut, diiringi suara piano suara krystal tampak merdu membawakan lagu Christina Perri yang berjudul A thousand years

“untuk kai, ku harap kau mau mendengarkan suaraku yang tidak merdu ini

i have died everyday waiting for you

darling don’t be afraid i have loved you

for a thousand years

i love you for a thousand more”

diapun memainkan tuts pianonya sambil bernyanyi, suaranya yang merdu indah… memuatku menangis semakin menjadi-jadi, aku pun langsung mengambil gitarku dan ikut bernyanyi

“i have died everyday waiting for you

darling don’t be afraid i have loved you

for a thousand years

i love you for a thousand more” suaraku dan suara krystal bercampur menjadi satu, aku seperti merasakan adanya krystal disampingku

“ekhmm kai.. apa aku mengganggumu?” tiba-tiba yeon shin muncul dari belakang tubuhku

“anniyo, duduklah” ucapku sambil mempersilahkannya duduk, mala mini langit terasa sangat terang di Sinari ribuan bintang yang menghiasi angkasa.

“aku membawakanmu ini” ucapnya sambil memberikanku semangkuk soup cream yang kelihatanya sangat lezat, lalu diapun mulai duduk di sampingku, persis di sampingku

“kai… apakah kau habis menangis?” tanyanya kepadaku

“aaah… apakah mataku merah?” tanyaku sambil mengucek-ucek mataku sehingga membuat mataku tambah merah

“apakah kau akan terus begini? Menangisi krystal? kau tidak tahu sekarang appamu sedang sakit parah? Badanya semakin dingin, terkadang badanya sangat panas” ucap yeon shin

“yeon shin-a… sedari tadi aku sudah memikirkan tentang appa… appaku… ia ingin sekali aku menikah denganmu” ucapku lirih, yeon shin terlihat shock mendengarnya.. keadaan pun menjadi sunyi,

“iya aku sudah tahu.. appaku juga memaksaku untuk menikah denganmu, tapi kurasa.. untuk sekarang kamu masih memiliki trauma yang sangat mendalam, sebaiknya kau tak usah pikirkan tentang itu, aku akan membantumu mengurusi appamu kai” ucapnya diiringi senyuman manisnya

“Tidak usah.., maukah kau menjadi pengantinku? Mau kah kau menikahiku dan hidup bersamaku? Aku rasa ini jalan terbaik yang di pilihkan tuhan, aku rasa appa akan lebih baik jika aku menikah denganmu” ucapku dengan mantap, walaupun didalam hatiku, aku sangat bimbang sekali, karena aku masih mencintai krystal… bagaimana aku bisa hidup dengan cara menghapusmu dari fikiranku? Krystal… apakah kau yakin ini jalan terbaik yang diberikan tuhan?

*Normal Pov*

5 Tahun kemudian..

Seorang wanita berumur 25 tahun berjalan mengitari kota seoul, ia mulai menghirup nafas lega di dalam dirinya, memasuki beberapa toko, dan factory outlet yang ada sambil membawa banyak belanjaan di tangannya, lalu dia mulai memasuki sebuah Appartement mewah di kawasan seoul

“Eomma yaaa” teriaknya sambil memeluk eommanya

“aku membawakanmu beberapa makanan, dan sweater untukmu” ucapnya lagi

“krystal, kau dari dulu sampai sekarang memang anak eomma yang paling perhatian” ucap wanita setengah baya yang tengah duduk di sofa empuk di apartemenent nya.

“eomma aku capek” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya

“kau pasti sudah sangat kangen pada kota seoul ini” tebak wanita itu sambil mengaduk secangkir white coffee yang ada di mejanya

“aku.. aku lebih rindu dengan kai” ucap krystal lirih

“lelaki itu.. yang membuatmu sampai saat ini belum bahagia? Apakah kau akan terus memikirkan tentang lelaki itu? Kau tahu kan krystal sekarang kita sudah menjadi kaya raya karena kamu yang berhasil menjadi dokter di London, dan kau tahu krystal?kau kesini karena kau sekarang di terima kerja di Rumah sakit ternama di seoul, kalau kau sepintar ini, kau tidak butuh lelaki seperti kai, banyak lelaki yang akan mencintaimu lebih, lelaki kaya, mapan, tampan, kurang apa lagi?” cerocos eomma panjang lebar, krystal hanya terdiam sambil melangkah berdiri dari tempat duduknya.

*KAI POV*

Mentari pagi menyinari seluruh kamarku, ku buka mataku perlahan, terlihat anak dan istrikku masih tertidur dengan pulas, aku pun mulai melangkah menuju kamar mandi yang tak terletak jauh dari kamarku, menggosok gigiku yang sudah mulai tak putih lagi, tiba-tiba

“Appa.. Appaa..” panggil leo, anakku dari luar kamar mandi, aku pun segera membukakan pintu untuk leo anakku yang masih berumur 5 tahun

“wae leo-yaa?” ucapku agak sedikit membungkuk agar anakku bisa melihat wajahku

“ leo mau gosok gigi sama appa” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya

“ sini” ucapku sambil menggendong leo, tak terasa sekarang leo badanya mulai berat dan mulai tambah tinggi, sekarang giginya juga semakin lengkap, dan wajahnya semakin mirip denganku, selesai menggosok gigi aku dan leo pun berlomba lari ke meja makan untuk sarapan akan tetapi di tengah jalan….

Brukkkk…. Leo terjatuh di lantai kamar mandi, ia pun menangis dengan kencang

“Huaaa Appa curang” tangisnya, tangisannya semakin kencang, aku pun mulai semakin panik dan langsung menggendongnya ke sofa ruang tamu , yeon shin yang sedang tidur pun mulai terbangun dan langsung berlari menuju sumber tangisan leo yang sangat kencang tersebut

“eomma tulang belakangku sakit sekali” tangis leo, dengan siaga aku langsung memanggil ambulan dan menggendong leo menuju ambulan,

“appa bagaimana bisa terjadi seperti ini?” tanya yeon shin panik

“dia mengajakku lomba lari saat di kamar mandi, lalu dia terpleset karena pasta gigi miliknya yang jatuh, sehingga lantai kamar mandi menjadi licin, lalu ia terjatuh” jelasku, aku juga semakin panik karena dari tadi leo mengeluh kesakitan di bagian tulang belakangnya

*Krystal POV*

Pagiku mulai dipenuhi dengan puluhan pasien yang mengantri untuk di periksa, satu-persatu. Aku adalah dokter anak / pediatric yang bisa di bilang professional.

Setelah selesai memeriksa banyaknya pasien aku pun bisa pulang kerumah akan tetapi..

“Dokter.. tolong! Cepat ada pasien patah tulang di UGD” teriak seorang suster yang ber name tag “ park eun young” ia memanggilku secara tiba-tiba, membuatku kaget sehingga membuat kopi yang akan ku minum menjadi tumpah ke bajuku

“Yaa! sabar eunyoung-ah” teriakku, lalu tanpa peduli ku taruh sembarangan kopiku dan langsung mengambil alat dokterku dan pergi menuju UGD. Sesampainya disana aku di sambut dengan orang tua si pasien…

Aku kaget setengah mati, aku… aku bertemu kai..

“Kkkk…” ucapku terbata-bata, ia hanya meliatku dengan heran, mungkin karena aku memakai masker, aku langsung mengalihkan pemandangnya dan berbicara dengan wanita di sebelahnya

“Saya akan memeriksa badanya terlebih dahulu” ucapku, sambil mulai memeriksa anak laki-laki yang bisa di bilang masih kecil, wajahnya sangat mirip dengan kai, tampan, lucu, dan memiliki hidung yang sama peseknya dengan kai

“ bu, pak, sepertinya saya harus menjalankan rontgen di badan anak bapak” ucapku, mereka hanya mengangguk mengikutiku

2 jam berlalu… entah mengapa, tulang sumsum leo mengalami kerusakan, aku tak tega memberitahukannya kepada kai, tetapi..

“bapak.. ibu..” ucapku memanggil mereka, sedari tadi aku belum melepaskan maskerku, aku takut kai mengetahuinya

“anak bapak dan ibu baik-baik saja, tetapi dia harus menginap di sini selama 7 hari karena, tulangnya ada yang sedikit bermasalah, hasil rontgen.. tak usah saya berikan ya? Karena hasilnya normal” ucapku sedikit berbohong, kai menaikkan satu alis matanya, dia melihatku dengan heran.. mungkin sangat heran

“Mengapa.. kau tak pernah melepas maskermu dokter? “ tiba-tiba kalimat tersebut meluncur dari mulut manis kai, seorang wanita yang sudah pasti istrinya langsung menatap kai dalam dalam

“mmm saya sedang flu hehe” ucapku di seringai tawa garing

“Saya akan menempatkan leo di kamar VIP, tenang saja yaa, bu, pak” lanjutku.

Boleh aku jujur? Sebenarnya hatiku sakit melihat kai dengan istrinya… kai, sekarang memang bukan milikku lagi, apakah ini takdir dari tuhan? Tapi… aku menyesal telah meninggalkan kai, selama bertahun-tahun hanya dialah yang selalu ada di hatiku, tapi apakah kai masih ingat denganku? Mungkin dia sudah menganggapku mati..

“bolehkah aku menengok leo?” tiba-tiba lamunanku buyar dengan suara berat kai

“tentu boleh, silahkan” ucapku.

 

*KAI POV*

Ada yang aneh.. setiap aku menatap mata dokter tersebut, mengapa aku selalu terbayang wajah krystal? tapi.. tapi ini tidak mungkin, krystal sudah lama meninggal

“yeobo” panggil yeon shin sambil menggenggam tanganku, membuat lamunanku buyar

“dokter itu.. siapa namanya?” tanya nya kepadaku, aku hanya menggelengkan kepala ku, aku juga penasaran siapa nama dokter itu

“namaku Cathy Aileen” ucap dokter itu dari balik pintu, tetapi dokter itu bukanlah dokter yang bermasker tetapi dokter ini agak lebih sedikit tua dan aku yakin ini bukan dokter yang tadi memeriksa leo

“sepertinya leo harus ber istirahat terlebih dahulu” ucapnya dengan ramah. Lalu aku dan yeon shin segera meninggalkan leo, semua ku serahkan kepada dokter dan suster di rumah sakit, aku percaya bahwa leo akan selamat.

*Normal Pov*

7 hari kemudian

“Leeoooo” teriak krystal yang sedari tadi mengejar leo yang selalu aktif bermain bola berlarian kesana kesini

“leooo jangan mentang-mentang kamu sudah sembuh ya! Bisa berlarian kesana kemari” teriak krystal, krystal tak bisa terlalu banyak bergerak, karena 2 hari yang lalu tanpa sepengetahuan orang tua leo, krystal telah mendonorkan sum-sum tulang belakangnya kepada leo tanpa sepengetahuan orang tua leo.

Krystal yakin sekali bahwa leo adalah anak kai, karena dia memiliki golongan darah yang sama seperti kai, dan entah mengapa, sumsum tulang belakangnya cocok dengan punya krystal

*Krystal POV*

“Ahjumaa” panggil leo sambil nyengir melambaikan tangan ke arahku, aku pun menghampiri leo

“aku pernah melihat ahjumma” ucap leo yang membuatku kaget

“oh iya? Dimana?” tanyaku penasaran

“di foto yang di buang oleh appa, di situ ada foto ahjumma aku yakin itu ahjumma, ahjumma sangat cantik, ahjumma berfoto di samping appa” ucap leo sambil memegang tanganku, aku hanya terdiam sambil mencerna kata-kata leo… kai… kai masih menyimpan fotoku bersamanya sampai leo lahir? Aku tidak…

“foto itu akhirnya aku pungut, aku masih memilikinya dirumah, eh iya ahjumma, kau mau tidak datang ke pestaku? Ahjumma suaramu sangat bagus bila bernyanyi, selama dirumah sakit kau selalu menyanyikan ku sebuah lagu sebelum aku tidur, aku sangat menyukainya ahjumma” ucap leo lagi

“ iya leo ahjumma akan datang kepesta ulang tahunmu, sebentar lagi appa dan eomma mu akan menjemput, ayok mandi dulu, dan sarapan kalau kau tidak mau nanti di marahin suster loh” ucapku menakut nakutinya, sungguh anak ini sifatnya sangat mirip dengan kai.

Dia menyenderan badannya di kasur rumah sakit sambil menggambar di selembar kertas putih, Ia menggambar dua orang laki laki, yang satu besar, yang satu kecil, dan dua orang perempuan berambut panjang

“leo kau menggambar siapa?” tanyaku kepada leo, leo pun mulai menunjukkan ku

“ini appa, ini eomma, ini ahjumma, ini leo” ucapnya diiringi dengan senyuman

“oh ya? Bagus sekali gambarmu leo” pujiku.

Tiba-tiba datang dua orang, ya, itu adalah orang tua leo, leo langsung menyembunyikan gambarnya di balik badannya, dan langsung menghampiri eomma dan appanya, lalu memeluknya.

“Ayo kita pulang leo” ucap kai sambil menggendong leo, aku hanya diam berdiri di samping kasur sambil melihat keluarga yang bahagia itu, aku hanya bisa berharap semoga sumsum tulang yang aku berikan cukup untuk membantu leo tetap hidup.

“Ahjumma” panggil leo

“Dokter ahjumma “ panggilnya lagi aku pun segera menghampiri mereka

“terimakasih telah merawat leo dokter” ucap istri kai di iringi dengan senyuman , di memang sangat cantik, pantas saja kai mau denganya, dia juga baik hati

“iya sama sama, leo sangat cerdas dan aktif, dia sangat pintar” sambil tersenyum tetapi.. mungkin mereka tidak akan tahu bahwa aku tersenyum, sama seperti biasa, aku masih menggunakan masker ku

“kalian bisa langsung ke ruangan dokter Cath” ucapku sambil membukakan pintu. Kai menatapku dengan sangat tajam

“dokter, apakah kau belum sembuh dari flu mu? ini sudah lebih dari 7 hari, sebaiknya kau harus lebih peduli terhadap kesehatanmu” ucap kai tiba-tiba

“ya, dokter, betul kata suami saya” ucap istri kai, yang tampakk mengiyakan perkataan kai. Dari dulu sampai sekarang, kai selalu peduli dengan orang disekitarnya itu membuatku sulit melupakanya, ketulusanya, kebaikkannya… tetapi ini memang salahku, aku yang dulu meninggalkannya.

“ahjumma” panggil leo

“ne?” ucapku

“jangan lupa datang ke pesta ulangtahunku besok, arraseoyo?” ucap leo sambil tersenyum menampakkan gigi gigi putihnya yang sudah lengkap

“ne arasseo leo, jangan lupa jaga kesehatanmu” ucapku dan melambaikan tanganku, leo pun telah pergi, mungkin sekarang dirumah sakit ini akan terasa sepi tanpa kegaduhannya diruang inap anak.

*KAI POV*

Pagi ini aku terbangun dari tidurku, aku mencoba mengumpulkan segenap tenagaku

Masih memikirkan tentang kejadian di rumah sakit, Dokter itu… dia tidak bername tag, dan selalu memakai masker.. membuatku sangat penasaran, pasalnya dia sangat mirip dengan krysta. Aku juga merasakan banyak ke janggalan tentang leo, apa maksud dari semua ini?

Hari ini leo ber ulang tahun, leo sangat semangat menghiasi seluruh taman untuk pesta ulang tahunya yang ke 5 tahun, aku juga membantu leo dan istriku menghias taman.

“appa.. boleh kau coba mengecek surat dari dokter? Sejak 3 hari yang lalu surat itu belum kita sentuh sama sekali” ucap yeon shin menyuruhku, aku langsung menjalankan perintahnya

Surat ber amplop cokelat dari dokter cath masih terbungkus rapi di meja kamarku, aku segera membuka amplop tersebut,

“ Pendonoran sumsum tulang belakang Untuk ‘KIM LEO’ Pendonor: Dr. Jung soo jung di donorkan untuk ‘Kim leo’ tertera penyakit retaknya tulang sum sum belakang, yang hanya bisa di donor oleh darah AB”

Tulisan itu sangat tertera di dalam surat rumah sakit, aku kaget.. aku… aku tak percaya akan hal ini, krystal? mendonorkan tulang sum-sum belakangnya untuk leo? Tetapi… mengapa? Dia sudah mati… kenapa dia bisa…

“Appa, pestanya sudah di mulai” ucap istriku dari balik pintu kamarku, aku langsung bergegas ke luar. Taman tampak ramai, balon-balon menghiasi taman, alunan piano dan suara anak-anak mengisi kesepian taman, aku melihat leo yang sedang asyik berbincang dengan teman-temannya,tiba-tiba seorang wanita berambut panjang, menggunakan masker, dan menggunakan dress berwarna putih yang panjangnya selutut, memasuki taman

“dokter ahjumma!” panggil leo yang spontan langsung menghampirinya

“saengil chukka hamnida leo” ucapnya, ya, dia adalah krystal… aku tak ragu lagi, dia adalah krystal.. tuhan, apakah yang kau lakukan? Kau mempertemukan aku lagi dengannya.. 5 tahun sudah aku berusaha menghapusnya dari fikiranku… tetapi mengapa kau membuatku bertemu denganya?

Aku yang hanya bisa mentapnya dari kejauhan, setengah mati aku pusing memikirkan tentangnya, wanita itu… mantan calon istriku yang pernah singgah di hatiku.. yang telah meninggalkanku karena kufikir ia meninggal… tetapi sekarang ia muncul lagi menyelamatkan malaikat kecilku, leo.

“Ahjumma bernyanyilah, kau berjanji akan bernyanyi di pestaku kan!” ucap leo, wanita itu pun mengangguk ia mulai berjalan mendekati piano

“ingat ya leo ini sebagai hadiah ulang tahunmu” ucapnya, ia pun mulai membuka maskernya, menghadapkan wajahnya kepadaku dan kepada leo, Krystal..

“Krystal…” desisku pelan

Diapun mulai menekan-nekan tuts piano dengan jemarinya, dan mulai bernyanyi “ Hearts beats fast.. color and promises, how to be brave, how can I love when I’m afraid to fall but watching you stand alone, all of my doubt suddenly goes away somehow… one step closer… I have died everyday waiting for you, darling don’t be afraid I have loved you for a thousand years~ I love you for a thousand more”

Badanku kaku, aku meneteskan airmata, yang sekarang tengah membanjiri pipiku, ku coba ku usap airmataku, menghilangkan tetesan air mata dari pipiku, tak ku sadari yeon shin telah menatapku sedari tadi

“dia.. krystal” ucapan itu tiba-tiba keluar dari mulutku

“krys…tal? “ tanya yeon shin, aku membalasnya dengan anggukan, suasana penuh diiringi dengan tepuk tangan meriah dari para tamu

“Dokter ahjumma gomawoyo” ucap leo sambil memeluk tubuh krystal, aku melihatnya… mereka sangat akrab sejak masih di rumah sakit…

“Bicaralah denganya” ucap yeon shin lirih

“aku…. Baiklah aku akan berbicara kepadanya”ucapku sambil berjalan menuju krystal, aku langsung saja menarik tangannya menuju ke belakang taman

“kau.. krystal?” tanyaku, tetapi wanita itu hanya terdiam

*Krystal POV*

“kau.. mengapa sekarang kau baru muncul? Mengapa? Aku mengira kau sudah mati.. kau tahu? Aku berjam-jam menunggumu di stasiun kereta.. tiba-tiba mendapatkan berita bahwa kereta yang kau naiki kecelakaan, dan kau tahu? 4 tahun aku tidak bisa melupakanmu?! Dan sekarang kau datang.. membuat semua yang telah terlupakan kembali datang!” bentak kai, aku sangat merasa bersalah kepadanya

“kai.. maafkan aku, ku pikir kau tahu alasanku meninggalkanmu” ucapku lirih

“Semua rancangan pernikahan yang kita buat? Bahkan kita telah menentukan siapa nama anak kita, menentukan bulan madu kita, menentukan rumah yang akan kita tempati, itu yang sangat membuatku yakin kau taakan meninggalkanku, tetapi ternyata..” ucap kai lirih

“kau menyuruhku untuk tidak menunggumu, aku sudah melakukanya aku telah menikah dengan kim yeon shin, dan mempunyai anak bernama leo, kau… membuat impian kita kandas” sambungnya

“aku harap kau tak marah kepadaku” ucapku lirih

“aku.. tadinya aku mau marah kepadamu.. tetapi.. terimakasih atas sum sum tulang belakang yang kau berikan kepada leo.. itu sangat berharga untukku, untuk leo dan yeon shin” ucapnya, aku mengeluarkan air mataku

“aku harap kau bahagia, hanya itu yang bisa ku bantu.., aku akan pergi dan tinggal di London besok, masa percobaanku kerja di seoul sudah habis, aku senang bisa membantumu dan keluarga barumu kai” ucapku sambil mengelap airmataku, kai memeluk tubuhku

“ku harap, kau bisa mendapatkan namja yang lebih baik dari aku, lebih cocok denganmu, lebih setia, dan lebih menyayangimu” ucapnya sambil memelukku.

*THE END*

Maaf kalo ceritanya aneh gaje dsb wkwk, RCL juseyo ^-^

 

Advertisements

2 thoughts on “[ONE SHOT] Thousand years

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s